Oleh: Bidayatul Hidayah
Entah mulai dari mana saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya. ini bukan tentang mempublikasikan keburukan atau bahkan pamer kelebihan. kekurangan saya banyak, dan kelebihan saya tidak ada. lebih tepatnya saya ingin sharing aja. kira-kira apa yang teman-teman alami sama nggak sih seperti saya? nama saya Bidayatul Hidayah, banyak teman-teman memanggil saya Bida, lebih seringnya Bidul, Bidutt dll. terserah mereka mau panggil apa yang penting nyaman aja lah. saya anak pertama dari empat bersaudara, adik saya masih kecil-kecil, itu sebab pendorong utama yang membuat saya lebih semangat untuk berkarya. banyak tuntutan mengenai anak pertama. anak pertama dituntut lebih berhasil dalam hal apapun. karena anak pertama yang akan menjadi penopang untuk adik-adiknya, anak pertama yang akan menjadi pelindung untuk adik-adiknya, anak pertama yang akan menjadi orangtua kedua untuk adik-adiknya. tak ada pikiran lain yang ada dibenak saya selain "apa yang bisa saya berikan untuk mereka". seolah ini menjadi tekanan pokok yang selalu ada dalam ingatan.
Saya kuliah di salah satu perguruan islam negeri. bapak saya menuntut saya agar supaya saya menjadi seorang guru. karena baginya guru adalah pekerjaan yang mulai sekaligus terhormat. sedikitpun tak pernah terlintas dalam bayangan saya menjadi seorang guru, saya tidak memiliki jiwa seorang pendidik, sama sekali tak punya. saya semester tua di kampus, bisa dikatakan udah mau kadaluarsa lah, tapi skripsiii alhamdulillah udah clear tinggal nunggu sidang saja. siapa bilang setelah skripsiii selesaii kita bisa bernafas lega? jangan dikira teman itu awal penderitaan. itu awal kehidupan, ketika kita sudah wisuda itu artinya kita harus siap dalam segala hal, siap ilmu kita dibutuhkan untuk masyarakat, siap mencari uang sendiri, siap mandiri dan berdiri sendiri dll. sejujurnya saya sudah malu minta uang sama ortu. hahah mau gimana lagi??
kulaih dituntut untuk cepet wisuda, wisuda dituntut untuk cepat kerja, sudah kerja dituntut untuk menikah, itulah hidup yang sebenarnya, terlalu banyak tuntutan yang harus kita jalani. bagi saya berbakti terhadap orangtua cukup dengan tiga tadi, wisuda, kerja, nikah.... tapi lihat proses yang cukup waooow bagi saya, harus memiliki keberanian ekstra...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar