LEMBAGA PENDIDIKAN
NONFORMAL PP.DARUL FALAH B9 SEMARANG
LOMBA PIDATO
BAHASA INDONESIA
DALAM ACARA
AKHIRUSSANNAH
Bidayatul Hidayah
MEMBENAHI
MORAL BANGSA
Assalamu’alaikum Wr.Wb….
Alhamdulillahirobbil’alamin
wabihi’nastainu ala’umuriddun’yawaddin… assolatuwassalamu’ala asyrofil
ambiyaiwalmursalin, wala’khaula wala kuwwata illa billahil aliyyil adzim…
ammaba’du….
1. Yang terhormat Abah Imam Taufik
sekeluarga dan Abah Muhyar Fanani sekeluarga selaku pengasuh PP.darul Falah B9.
2. Yang saya cintai jajaran pengurus
PP.Darul Falah B9 beserta stafnya.
3. Tak lupa pula teman-temanku senasib
seperjuangan, sebangsa setanah air dan seiman, yang saya cintai dan yang saya
banggakan.
Pertama-tama marilah kita panjatkan
puji syukur kehadirat Ilahi Robbi yang telah melimpahkan Rahmat,Taufik,Hidayah
serta Inayahnya kepada kita semua, sehinngga kita dapat bermuwajjahah dan
berkumpul dalam majlis yang Insya’allah mubarok ini dalam keadaan sehat
wal’afiat tanpa kekurangan sesuatu hala apapun.
Kedua kalinya shalawat ma’assalam
senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, yang
selalu kita nanti-nantikan syafaatul udzmanya di Yaumil Qiyamah, amin Allahumma
amiin……
Kesempatan kali ini perkenankanlah
saya untuk menyampaiakn khitobah yang berjudul “MEMBENAHI MORAL BANGSA”.
Sebelum kita membenahi moral
bangsa, kita menggerayangi diri sendiri terlebih dahulu. Kita benahi moral diri
kita sendiri terlebih dahulu. Kita buka mata kita, kita buka bersama hati dan
pikiran kita. Berfikirlah apa yang telah terjadi pada BANGSA KITA?????
Apa yang telah terjadi pada NEGARA
KITA???? Apa yang telah terjadi pada DUNIA KITA?????
Coba kita lihat dan kita amati
fenomena dan realitas kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, maka gejala itu telah memunculkan pertanyaan mendasar, mengapa
masalah itu tidak kunjung selesai menimpa bangsa kita???
1. Pertama mulai dari korupsi di
legislative, eksekutif dan yudikatif
2. Masalah bencana banjir, tanah longsor,
gunung meletus, kapal tenggelam, pesawat jatuh dll
3. Masalah narkotika yang tidak hanya
menghantui generasi muda kita. Porno grafi dan porno aksi di kalangan para
pelajar yang semakin menjamur. Yang sering memakan para korbn di kalangan
anak-anak. Perdagangan anak-anak di bawah umur.
4. Birokrasi yang tidak membuat mudah
bagi rakyat justru malah mempersulit rakyat, seperti kemiskinan dan kejahatan.
Dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lain yang memerlukan perhatian
khusus dan penanganan dari Negara.
Pemerintah sudah melakuakn berbagai upaya untuk menanggulangi
masalah-masalah tersebut namun belum sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Contohnya: pemerintah dalam
menyelesaikan masalah telah membentuk komisi-komisi independen seperti: KPK,
Komisi Yudisial, Komnas Ham, Perlindunagn Anak, KPPU (Komisi Pengawasan
Persaingan Usaha) dll.
Nah di sinilah peran kita,..
Sebagai orang Islam yang beriman pasti
meyakini bahwa ada sesuatu masalah yang lebih mendasar yaitu “Akhlakul
Karimah”. Sebab Nabi Muhammad dalam menyelesaikan masalah umatnya diawali dan
dimolai dari memperbaiki Akhlak.
Nabi bersabda: “innama buistu li utamimma makarimal akhlak” bahwasannya aku di utus
untuk menyempurnakan akhlak (HR.Bukhari Muslim).
LALU
APA YANG KITA PERBUAT UNTUK BANGSA KITA????
APA
YANG BISA KITA LAKUKAN????
1. Masalah dekadensi moral.
Yang
menjadi akar masalahnya adalah apabila kita mencermati lebih mendalam
sebenarnya ada sesuatu masalah yang kurang mendapat perhatian yang serius
bahkan cenderung di abaikan oleh bangsa ini. Yaitu: masalah dekadensi moral,
sebab berbagai masalah kejahatan tidak dapat dilepas dengan masalah moral , dan
ketika di dalam Negara tingkat kualitasnya rendah, maka sangat berpotensi untuk
melakukan kejahatan, namun sebaliknya, ketika tingkat moralitasnya tinggi maka
cenderung seseorang akan melakukan kebaikan.
2. Peran Negara dan masyarakat dalam
memperbaiki moral bangsa.
Disadari
atau tidak, saat ini Negara kita sedang dilanda krisis moral yang sangat
serius. Terkadang pemerintah kurang menyadari betapa pentingnya eksistensi
moralitas bagi tegaknya kehidupan bangsa yang baik. Jadi bangsa atau Negara
yang baik itu tergantung tingkat moralitas manusianya.
Di
dalam sebuah hadis yang berbunyi:
“man roa minkum munkaron falyughoiyirhu biyadihi
fainna lam yastati’ fabilisanihi fainna lam yastati’ fa biqolbihi
wadhalika ad’aful iman….”
Yang artinya: barang sipa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah
rubahlah denagan tangannya (kekuasaan), jika tidak mampu maka rubahlah dengan
lisannya, jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Padahal yang demikian itu
adalah selemah-lemahnya iman.
Makana yang
terkandung dalam hadis di atas adalah memberikan jalan, sehingga banyak cara
yang di lakukan untuk memperbaiki moralitas bangsa kita.
Pelajaran ini dapat di ambil:
1. Setiap orang hendaknya berusaha
menjadi yang paling baik di sisi allah, sebab setiap orang memiliki kesempatan
dan peluang untuk menjadi yang terbaik dan tidak memandang adanya perbedaan
status social.
2. Setiap orang hendaknya merasa bahwa
dirinya adalah tidak lebih baik dari orang lain, karena itu sifat ini akan
melahirkan sifat rendah hati dan tidak sombong. Hal ini sebagai suatu langkah
untuk selalu melakukan intropeksi diri dalam membaca kekurangan diri sendiri
dan kemudian berusaha memperbaikinya.
3. setiap orang
hendaknya dapat memberikan kesan kepada masyarakat bahwa dirinya adalah orang
biasa dan bersahaja, sehingga setiap perbuatannya atau ibadahnya semata-mata
hanya mencari ridla Allâh I tidak perlu dipamer-pamerkan kepada orang lain. Hal
ini penting untuk mencegah munculnya sifat riya’ dan takabur dalam diri kita.
Jadi dapat di simpulkan bahwa hanya satu dasar moral yang mantap yaitu
moral yang diajarkan islam untuk memperoleh jawaban dari semua persoalan yang
membelit bangsa kita. Sampai pujangga mesir yang terkenal mengatakan “kelestarian suatu bangsa di tentukan oleh
ahlak, kalau akhlaknya runtuh, maka runtuh pula bangsa itu”.
Jadi sebelum kita menata dunia, kita tata
diri kita sendiri terlebih dahulu, kita tata moral kita, setelah itu kita ajak
saudara-saudara kita terdekat untuk menata moral dan etikanya, jika kita mampu
menata dirio sendiri dan saudara kita, maka ajaklah tetangga-tetangga kita
sampai seterusnya merambat pada dunia kita…
Cukup sekian dari saya, Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bermanfaat….
Apabila ada tutur kata yang salah dalam
menyampaikan materi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada yang salah mohon di benarkan, karena
disini kita sama-sama belajar….. karana kekurangan milik kita dan kesempurnaan
milik Allah semata…
Ahkirul kalam, Wallahu muwafiq ila ahwamitthoriq…..
Wassalamualikum Wr.Wb