Minggu, 06 Juli 2014

Lomba Pidato Bahasa Indonesia (di PP Darul Falah B9 semarang)



LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL PP.DARUL FALAH B9 SEMARANG
LOMBA PIDATO BAHASA INDONESIA
DALAM ACARA AKHIRUSSANNAH
Bidayatul Hidayah

MEMBENAHI MORAL BANGSA

           Assalamu’alaikum Wr.Wb….
Alhamdulillahirobbil’alamin wabihi’nastainu ala’umuriddun’yawaddin… assolatuwassalamu’ala asyrofil ambiyaiwalmursalin, wala’khaula wala kuwwata illa billahil aliyyil adzim… ammaba’du….

1.      Yang terhormat Abah Imam Taufik sekeluarga dan Abah Muhyar Fanani sekeluarga selaku pengasuh PP.darul Falah B9.
2.      Yang saya cintai jajaran pengurus PP.Darul Falah B9 beserta stafnya.
3.      Tak lupa pula teman-temanku senasib seperjuangan, sebangsa setanah air dan seiman, yang saya cintai dan yang saya banggakan.

           Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Robbi yang telah melimpahkan Rahmat,Taufik,Hidayah serta Inayahnya kepada kita semua, sehinngga kita dapat bermuwajjahah dan berkumpul dalam majlis yang Insya’allah mubarok ini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa kekurangan sesuatu hala apapun.

            Kedua kalinya shalawat ma’assalam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, yang selalu kita nanti-nantikan syafaatul udzmanya di Yaumil Qiyamah, amin Allahumma amiin……

             Kesempatan kali ini perkenankanlah saya untuk menyampaiakn khitobah yang berjudul “MEMBENAHI MORAL BANGSA”.

              Sebelum kita membenahi moral bangsa, kita menggerayangi diri sendiri terlebih dahulu. Kita benahi moral diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita buka mata kita, kita buka bersama hati dan pikiran kita. Berfikirlah apa yang telah terjadi pada BANGSA KITA?????
Apa yang telah terjadi pada NEGARA KITA???? Apa yang telah terjadi pada DUNIA KITA?????

            Coba kita lihat dan kita amati fenomena dan realitas kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, maka gejala itu telah memunculkan pertanyaan mendasar, mengapa masalah itu tidak kunjung selesai menimpa bangsa kita???
1.      Pertama mulai dari korupsi di legislative, eksekutif dan yudikatif
2.      Masalah bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus, kapal tenggelam, pesawat jatuh dll
3.      Masalah narkotika yang tidak hanya menghantui generasi muda kita. Porno grafi dan porno aksi di kalangan para pelajar yang semakin menjamur. Yang sering memakan para korbn di kalangan anak-anak. Perdagangan anak-anak di bawah umur.
4.      Birokrasi yang tidak membuat mudah bagi rakyat justru malah mempersulit rakyat, seperti kemiskinan dan kejahatan.

       Dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lain yang memerlukan perhatian khusus dan penanganan dari Negara.
        Pemerintah sudah melakuakn berbagai upaya untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut namun belum sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Contohnya: pemerintah dalam menyelesaikan masalah telah membentuk komisi-komisi independen seperti: KPK, Komisi Yudisial, Komnas Ham, Perlindunagn Anak, KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha) dll.

        Nah di sinilah peran kita,..
Sebagai orang Islam yang beriman pasti meyakini bahwa ada sesuatu masalah yang lebih mendasar yaitu “Akhlakul Karimah”. Sebab Nabi Muhammad dalam menyelesaikan masalah umatnya diawali dan dimolai dari memperbaiki Akhlak.
Nabi bersabda: “innama buistu li utamimma makarimal akhlak” bahwasannya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak (HR.Bukhari Muslim).

LALU APA YANG KITA PERBUAT UNTUK BANGSA KITA????
APA YANG BISA KITA LAKUKAN????
1.      Masalah dekadensi moral.
Yang menjadi akar masalahnya adalah apabila kita mencermati lebih mendalam sebenarnya ada sesuatu masalah yang kurang mendapat perhatian yang serius bahkan cenderung di abaikan oleh bangsa ini. Yaitu: masalah dekadensi moral, sebab berbagai masalah kejahatan tidak dapat dilepas dengan masalah moral , dan ketika di dalam Negara tingkat kualitasnya rendah, maka sangat berpotensi untuk melakukan kejahatan, namun sebaliknya, ketika tingkat moralitasnya tinggi maka cenderung seseorang akan melakukan kebaikan.
2.      Peran Negara dan masyarakat dalam memperbaiki moral bangsa.
Disadari atau tidak, saat ini Negara kita sedang dilanda krisis moral yang sangat serius. Terkadang pemerintah kurang menyadari betapa pentingnya eksistensi moralitas bagi tegaknya kehidupan bangsa yang baik. Jadi bangsa atau Negara yang baik itu tergantung tingkat moralitas manusianya.
Di dalam sebuah hadis yang berbunyi:
man roa minkum munkaron falyughoiyirhu biyadihi fainna lam yastati’ fabilisanihi fainna lam yastati’ fa biqolbihi wadhalika  ad’aful iman….”
Yang artinya: barang sipa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah rubahlah denagan tangannya (kekuasaan), jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Padahal yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.

               Makana yang terkandung dalam hadis di atas adalah memberikan jalan, sehingga banyak cara yang di lakukan untuk memperbaiki moralitas bangsa kita.
Pelajaran ini dapat di ambil:
1.      Setiap orang hendaknya berusaha menjadi yang paling baik di sisi allah, sebab setiap orang memiliki kesempatan dan peluang untuk menjadi yang terbaik dan tidak memandang adanya perbedaan status social.
2.      Setiap orang hendaknya merasa bahwa dirinya adalah tidak lebih baik dari orang lain, karena itu sifat ini akan melahirkan sifat rendah hati dan tidak sombong. Hal ini sebagai suatu langkah untuk selalu melakukan intropeksi diri dalam membaca kekurangan diri sendiri dan kemudian berusaha memperbaikinya.
3.      setiap orang hendaknya dapat memberikan kesan kepada masyarakat bahwa dirinya adalah orang biasa dan bersahaja, sehingga setiap perbuatannya atau ibadahnya semata-mata hanya mencari ridla Allâh I tidak perlu dipamer-pamerkan kepada orang lain. Hal ini penting untuk mencegah munculnya sifat riya’ dan takabur dalam diri kita.

             Jadi dapat di simpulkan bahwa hanya satu dasar moral yang mantap yaitu moral yang diajarkan islam untuk memperoleh jawaban dari semua persoalan yang membelit bangsa kita. Sampai pujangga mesir yang terkenal mengatakan “kelestarian suatu bangsa di tentukan oleh ahlak, kalau akhlaknya runtuh, maka runtuh pula bangsa itu”.
Jadi sebelum kita menata dunia, kita tata diri kita sendiri terlebih dahulu, kita tata moral kita, setelah itu kita ajak saudara-saudara kita terdekat untuk menata moral dan etikanya, jika kita mampu menata dirio sendiri dan saudara kita, maka ajaklah tetangga-tetangga kita sampai seterusnya merambat pada dunia kita…
         
           Cukup sekian dari saya, Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bermanfaat….
Apabila ada tutur kata yang salah dalam menyampaikan materi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,  jika ada yang salah mohon di benarkan, karena disini kita sama-sama belajar….. karana kekurangan milik kita dan kesempurnaan milik Allah semata…

     Ahkirul kalam, Wallahu muwafiq ila ahwamitthoriq…..
Wassalamualikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar