Rabu, 18 Mei 2016

Ayah, Maafkan Putrimu

Tak terasa...
Waktu berganti begitu cepatnya.
Kini putri kecilmu dulu telah menjadi besar.
Tapi apa yang bisa aku berikan kepadamu?
Apa yang dapat aku persembahkan untukmu?
Apa???? Bagaimana???
Maafkan aku ayah...
Untu mengembalikan seluruh keringatmu.
Untuk meluruskan tulang sendimu
Untuk memutihkan kulit terbakarmu
Untuk mengganti jeripayahmuu
Aku tak mampu...
Bagaimana mungkin aku membahagiakan mu..
Sementara aku tak mampu membahagiakan diriku sendiri..
Ku sibuk merangkai masa depan...
Ku sibuk mencintai laki laki lain yang baru masuk dalam kehidupan..
Ku sibuk memperdulikan orang yang sama sekali tak mempedulikan aku..
Maafkan aku ayah...
Maafkan aku.....
Hingga ku lupa betapa engkau tak akan tergantikan...
Hingga ku tak berkaca darimana sebab aku menjadi seperti ini..
Itu semua dari kerja keras tetes keringat pundak merapuh wajah melusuhmu....
Hanya untuk putrimu..
Ya Allah yang maha Cinta..
Sayangi ayahku.. sebagaimana kau sayangi para kekasihmu...
Haramkan api nerka baginya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar