Jumat, 11 September 2015

Perjalanan Cintaku Bersama Sang Militer

oleh: Bidayatul Hidayah



Assalamualaikum... ucapan salamku untuk para pembaca yang baik hatinya…
Tak tahu mulai dari mana saya hendak bercerita, tak perlu sebutin nama. Dan saya sekarang lagi menginjak semester lima di salah satu perguruan tinggi Islam Negeri dan sedang mengambil jurusan Manajemen Pendidikan. Mengkin sekian dari perkenalan saya.

     Saya hendak berbagi pengalaman tentang kisah cinta saya bersama sang Abdi Negara.  Bagiku mencintai dan dicintai adalah hal yang wajar, tapi kali ini… bagiku mencintainya adalah suatu tantangan baru. Dimana saya harus memasuki dunia militer yang saya sendiripun masih awam dengan hal itu. Bisa saya simpulkan bahwa mencintainya dan mendampinginya adalah sebuah perjuangan. Berjuang melawan cobaan, seperti jarak dan sifat egois masing-masing, perbedaan pendapat selalu mewarnai perjalanan cinta kita.

      Saya  sendiri sedikit tak mengerti tentang pertemuan yang tak sengaja ini, apakah ini hanyalah suatu kebetulan atau memang ini sudah rencana indah Tuhan.  Pertemuan yang tak pernah saya kira sebelumnya, molai semester satu kita sudah sama-sama saling berkomitmen untuk di satu hati, bagiku cukup banyak cobaan menghadapinya. Ketika ditengah perjalanan cinta kita, ada sedikit hambatan, yaitu tepat hari sabtu saya sedang sibuk mengikuti seminar di kampus, seperti biasa abang tak pernah lupa mengingatkan saya makan, solat dan istirahat. Saya senang, setiap hari orang yang saya sayang selalu ngasih kabar meskipun abang sendiri dalam keadaan sibuk dengan dines dan segala aktivitasnya. Sehabis pulang seminar abang nggak ada kabar, biasanya minimal sehari abang telpon saya dua kali dan sms tiga kali, tapi kali ini beda, sehabis pulang seminar abang nggak ada kabar dan sampai larut malam saya menunggu balasan sms darinya, saya sempat punya keinginan untuk menelponnya, tapi saya takut ganggu aktivitasnya, saya hanya berkhusnudzan  sama abang dan berdoa semoga hatinya di tetapkan oleh Allah. Tapi sayang sekali perasangka baikku berputar arah, tengah malam tepat jam 01.30 saya dapat sms dari abang, yang bertuliskan “dik, mending kita akhiri hunungan ini, adik solat istikhoroh aja, kalau kita jodoh pasti bertemu lagi” coba bayangkan, wanita mana yang tak rapuh membaca sms demikian dari laki-laki yang teramat di cintainya??. Rasa panas di hati dan sesak di dada, membuatku tak bisa tidur sampai subuh tiba, ada apa dengan orang yang aku sayang?. Apa yang telah terjadi?.  Saya yakin itu bukan abang sendiri yang sms. Tapi dengan seribu luka, saya mencoba pergi dan mengakhiri hubungan itu, saya tak mau lagi mendengarkan penjelasan apapun dari abang.  Saya blokir fb.nya saya hapus semua foto-fotonya. Kalau tidak salah Saya dan abang mulai jadian bulan febuari dan mengakhiri hubungan di bulan juni sebelum ulangtahun saya. Hanya bertahan lima bulan saja hubungan saya dengan abang.

          Setelah sekian lama abang tak ada kabar, tepat bulan desember 2014, abang molai menghubungi saya lagi, dia mulai ngejar-ngejar saya lagi. Saya sempat teguh pada pendiran dan sempat janji tidak akan menghubunginya lagi, dia mohon-mohon sama saya untuk mengulang kembali hubungan kita dari nol, saya mencoba menutup telinga dan saya nggak akan mengulangi kesalahan yang sama. Waktu itu saya bilang, lebih baik kita berteman saja abang, daripada kita sama-sama terluka.  Tapi abang mengelak dan bilang, “jangan jadikan masalalu sebagai pengingat, buat masalalu sebagai pelajaran dan kita harus mengambil hikmah dari masalalu, abang janji abang tak akan mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya, dulu ada kesalah pahaman yang gagal aku jelaskan hanya karena emosimu yang tak setabil”. Dan saya tetap teguh pada pendirian untuk tidak menerima cinta abang lagi, abang masih saja tidak berhenti berusaha, dan seiring berjalannya waktu, hati saya di buat luluh oleh sikap sabarnya abang menghadapiku. Saya kira dia memang benar-benar ingin mengulang kembali dari nol bersamaku, abang juga perah bilang “ayo kita sukses bersama, kita sama-sama awali hubungan ini dari nol, abang akan menggandengmu molai dari nol” kata-kata yang keluar dari mulut abang saya kira tidak sedang bermain-main saja, selama satu bulan abang mencoba meyakinkan saya kalo abang benar-benar serius sama saya. Saya mencoba buka hati saya, dan menerima kembali cinta abang, dan Alhamdulillah sampai detik ini, hubungan saya dengan abang baik-baik saja meskipun kadang-kadang sering berantem-berantem nggak jelas, bagiku itu bumbunya cinta. Kita jadian lagi molai bulan desember, sampai sekarang bulan juli, sudah delapan bulan lamaya, Alhamdulillah, semoga tak ada cobaan-cobaan lain lagi yang mengganggu. Sekarang saya percaya sama abang, dan semoga tak ada liku-liku yang hadir, sekarang saya fokus di study S1,ku, dan abang juga fokus sama kerjanya, seperti janji abang yang setia menggandeng saya dalam meniti karir, dan menggali ilmu,. Tugas saya saat ini hanyalah belajar, dan abang untuk sementara hanya saya jadikan sebuah motivasi. Biar tidak mengganggu belajar saya, dan  Untuk nanti kedepannya itu urusan Allah, jodoh tetap di tangan-Nya. Saya dan abang sebagai hamba hanya berikhtiar untuk menjadi apa yang kita mau.

    Stiap apapun jalannya, baik itu mulus ataupun terjal, baik itu indah maupun duka, percayalah Tuhan selalu mempunyai rencana indah. Karena Tuhan adalah sebaik-baiknya sutradara dalam sekinario hidup kita. Dan sejauh apapun jarak, bukan halangan untuk bisa saling mencintai dan men menjaga hati. Jarak hanyalah sebagian kecil dari ujian yang dengan jarak tersebut justru kita dilatih untuk saling bertahan dan berjuang.

      Cinta abang memang tak pernah diumbar. Bahkan untuk berkata manispun  jarang abang lakukan. Bagiku itu bukanlah hal yang penting, jika kita sudah sama-sama tahu hati ini milik siapa dan akan kembali kemana.

    Cerita ini sungguh unik, cerita cinta bersama sang militer yang luar biasa, luar biasa kangennya, luar biasa sabarnya, luar biasa tegarnya dan luar biasa ikhlasnya, karean secara tidak langsung ini sebuah pendidikan mental yang abang berikan kepada saya. Karena abang ingin saya menjadi wanita yang hebat dan kuat saat aku mendampinginya kelak.

       Berharap semuanya akan baik-baik saja….. J
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar