Rabu, 16 September 2015

SEANDAINYA SAYA MENJADI PRESIDEN

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
oleh: Bidayatul Hidayah



               Jika saya menjadi seorang Presiden, akan saya satukan rasa kepedulian mereka untuk  bekerja sama menjadikan Indonesia menjadi yang lebih baik lagi. Akan saya buat perbedaan baru tentang bagaimana cara mensejahterakan rakyat Indonesia. Menjadi seorang Presiden adalah amanah yang diberikan oleh seluruh warga Negara, seseorang yang diangkat menjadi Presiden berarti ia dipercaya oleh rakyat  yang telah mendukungnya. Dan ketika itu saya ingin seluruh masyarakat merasa bahwa mereka semua bisa berkontribusi. Tidak hanya menunggu hasil buruan dari induknya, akan tetapi mampu berburu sendiri. Kita bisa melihat bahwa saat ini gerakan-gerakan sosial sudah begitu menjamur di masyarakat. Mereka melakukan hal-hal kebaikan tanpa pamrih, satu hal yang mampu menggerakan mereka, yaitu rasa kepedulian. Karena didalam rasa kepedulian yang kuat mengandung rasa cinta yang akan mendorang rakyat untuk bersatu, berpegang teguh dalam menjalani hidup yang makmur dan sejahtera.
           Sebagai seorang muslim, saya akan memimpin negaraku menggunakan pedoman berdasarkan Al-Quran, karena Al-Quran mencakup segala hukum yang ada di dunia ini, dan  sudah terbukti kebenarannya, isi kandungan Al-Quran mencakup segala aspek kehidupan, Al-Quran juga mengikuti perkembangan zaman. Dan saya akan menganut ajaran Nabi Muhammad SAW, karena sebaik-baiknya pemimpin di dunia ini adalah Nabi Muhammad SAW. Terbukti dari keadilannya, kejujurannya, dan jiwa kepemimpinannya. Beliau tidak fanatik dalam memimpin kaumnya. Meskipun saya tahu di Indonesia bukanlah negara Islam. Indonesia adalah negara Bineka Tunggal Ika, itu artinya negara yang beraneka ragam suku, budaya, ras, dan keagamaan. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai persatuan. syarat utama menjadi seorang pemimpin adalah adil, di dalam kontek ini yang saya maksud adil adalah seorang Presiden tidak membeda-bedakan antara suku, ras, kebudaya’an. Dan yang paling penting seorang presiden tidak membeda-bedakan Agama. bukanlah perbedaan yang akan menjadi penghalang, akan tetapi ketidak bersatuan yang akan menjadi penghambat bersatunya suatu negara.
         Menjadi presiden bukanlah keinginan besarku, karena sebelum kita memimpin bangsa kita. Kita harus benar-benar mampu memimpin diri kita sendiri, setelah itu kita pimpin orang-orang yang ada di dekat kita, keluarga kita, tetangga kita, hingga kita mampu memimpin negara kita dengan baik. Saya tidak pernah bermimpi menjadi seorang Presiden sebelumnya, tetapi setidaknya saya mempunyai gambaran tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijaksana, arif dan adil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar