oleh: Bidayatul Hidayah
Jika saya menjadi seorang Presiden, akan saya satukan rasa kepedulian
mereka untuk bekerja sama menjadikan
Indonesia menjadi yang lebih baik lagi. Akan saya buat perbedaan baru tentang
bagaimana cara mensejahterakan rakyat Indonesia. Menjadi seorang Presiden
adalah amanah yang diberikan oleh seluruh warga Negara, seseorang yang diangkat
menjadi Presiden berarti ia dipercaya oleh rakyat yang telah mendukungnya. Dan ketika itu saya ingin
seluruh masyarakat merasa bahwa mereka semua bisa berkontribusi. Tidak
hanya menunggu hasil buruan dari induknya, akan tetapi mampu berburu sendiri.
Kita bisa melihat bahwa saat ini gerakan-gerakan sosial sudah begitu menjamur
di masyarakat. Mereka melakukan hal-hal kebaikan tanpa pamrih, satu hal yang
mampu menggerakan mereka, yaitu rasa kepedulian. Karena didalam rasa kepedulian
yang kuat mengandung rasa cinta yang akan mendorang rakyat untuk bersatu,
berpegang teguh dalam menjalani hidup yang makmur dan sejahtera.
Sebagai seorang muslim, saya akan memimpin negaraku menggunakan pedoman
berdasarkan Al-Quran, karena Al-Quran mencakup segala hukum yang ada di dunia
ini, dan sudah terbukti kebenarannya, isi
kandungan Al-Quran mencakup segala aspek kehidupan, Al-Quran juga mengikuti
perkembangan zaman. Dan saya akan menganut ajaran Nabi Muhammad SAW, karena
sebaik-baiknya pemimpin di dunia ini adalah Nabi Muhammad SAW. Terbukti dari
keadilannya, kejujurannya, dan jiwa kepemimpinannya. Beliau tidak fanatik dalam
memimpin kaumnya. Meskipun saya tahu di Indonesia bukanlah negara Islam.
Indonesia adalah negara Bineka Tunggal Ika, itu artinya negara yang beraneka ragam
suku, budaya, ras, dan keagamaan. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai
persatuan. syarat utama menjadi seorang pemimpin adalah adil, di dalam kontek
ini yang saya maksud adil adalah seorang Presiden tidak membeda-bedakan antara
suku, ras, kebudaya’an. Dan yang paling penting seorang presiden tidak
membeda-bedakan Agama. bukanlah perbedaan yang akan menjadi penghalang, akan
tetapi ketidak bersatuan yang akan menjadi penghambat bersatunya suatu negara.
Menjadi presiden bukanlah keinginan besarku, karena sebelum kita
memimpin bangsa kita. Kita harus benar-benar mampu memimpin diri kita sendiri,
setelah itu kita pimpin orang-orang yang ada di dekat kita, keluarga kita,
tetangga kita, hingga kita mampu memimpin negara kita dengan baik. Saya tidak
pernah bermimpi menjadi seorang Presiden sebelumnya, tetapi setidaknya saya
mempunyai gambaran tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bijaksana,
arif dan adil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar